https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/issue/feedJariqa: Journal of Management, Business, and Economics2026-07-21T03:07:44+07:00Heri Iswandi, S.E.I., M.E.herifatma01@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jariqa: Journal of Management, Business, and Economics is</strong> a peer-reviewed journal managed and published by Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Makassar (FAI UIM). Jariqa discusses issues on management, business, and Islamic economics in various fields. The journal is published twice a year (January and July) since 2024.</p>https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1342PRAKTIK GADAI SAWAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH: STUDI KASUS DI KELURAHAN BONTOKADATTO KABUPATEN TAKALAR2026-07-20T18:17:52+07:00Siska Hasmirawatisudilo78@gmail.comHeri Iswandidewi55@gmail.comMubarak Bakrymarmin77@gmail.com<p><em>This research aims to examine the practice of pawning rice fields carried out by the Bontokadatto Village Community, Takalar Regency and understand their understanding of sharia economic principle. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach, through data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The informants in this research are people who practice paddy pawning, both as pawnbrokers (rahin) and pawn recipients (murtahin). The result indicate that the practice of rice field pawn in Bontokadatto village is conducted through two system: full utilization of the rice field by the pawn recipient and a profit-sharing system between the pawner recipient. The factors driving the community to engage in rice field pawn practices include agricultural capital needs, educational expenses, urgent economic needs, and the simplicity of the process compared to formal financial institutions. From the perspective of Islamic economics, the practice of rice field pawn generally fulfills the pillars and conditions of rahn. However, practices that allow the pawn recipient to fully benefit from the harvest without a fair profit-sharing mechanism are considered inconsistent with the principles of justice and mutual assistance in islam. Therefore, increased awareness and understanding are needed to ensure that rice field pawn practices comply with Islamic economic principles</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam praktik gadai sawah yang berlangsung di kalangan masyarakat Kelurahan Bontokadatto, Kabupaten Takalar, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip dalam ekonomi syariah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian mencakup masyarakat yang terlibat langsung dalam praktik tersebut, baik sebagai pihak penggadai (rahin) maupun penerima gadai (murtahin). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa praktik gadai sawah di wilayah tersebut berlangsung dalam dua pola utama, yakni pola pertama di mana pengelolaan dan pemanfaatan sawah sepenuhnya berada di tangan penerima gadai, dan pola kedua berupa sistem bagi hasil antara kedua belah pihak. Adapun faktor yang mendorong masyarakat melakukan gadai sawah meliputi kebutuhan akan modal usaha pertanian, pembiayaan pendidikan, tuntutan ekonomi yang mendesak, serta kemudahan prosedur dibandingkan dengan akses ke lembaga keuangan formal seperti perbankan. Jika ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, praktik ini pada dasarnya telah memenuhi rukun dan syarat dalam akad rahn. Namun demikian, implementasi yang memberikan keuntungan sepihak kepada penerima gadai—khususnya melalui pemanfaatan hasil sawah tanpa adanya mekanisme pembagian hasil—dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan dan nilai tolong-menolong dalam Islam. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat agar praktik gadai sawah dapat berjalan lebih selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah yang berkeadilan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Gadai sawah, <em>rahn</em>, ekonomi syariah, Masyarakat petani</p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1343TRANSFORMASI POLA TRANSAKSI MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI QRIS PADA USAHA WARUNG MAKAN DI KELURAHAN TAMALANREA INDAH KOTA MAKASSAR PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM2026-07-20T18:27:59+07:00Muhammad Saleh Tihuruasuyutihti@gmail.comAndi Erni Ratna Dewiwaji22@gmail.com<p><em>The advancement of digital technology has profoundly reshaped commercial systems within society, especially across the micro, small, and medium enterprise (MSME) sector. Among the innovations driving this shift is the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), a QR-based digital payment mechanism. This study seeks to examine the evolving patterns of community transactions brought about by the adoption of QRIS among food stall vendors in Tamalanrea Indah Village, Makassar City, while also assessing the phenomenon through the lens of Islamic economics. The research adopts a qualitative approach grounded in field-based inquiry, with data gathered via interviews, direct observation, and documentary review involving both merchants and consumers. The results reveal that the use of QRIS has fostered a gradual movement away from cash-based payments toward cashless alternatives, although the two methods continue to coexist in practice. QRIS is widely regarded as offering practicality, efficiency, and a sense of safety in conducting transactions. Nevertheless, a number of obstacles persist, such as inadequate digital literacy among certain users, connectivity disruptions, and an enduring preference for cash. Viewed from an Islamic economic standpoint, QRIS is deemed consistent with Sharia values, given its capacity to foster transparency, equity, and broader societal benefit.</em></p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Islamic economics, QRIS, transaction transformation, UMKM, food stalls</em>.</p> <p>Kemajuan teknologi digital telah memicu pergeseran yang cukup signifikan dalam sistem transaksi masyarakat, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu terobosan yang turut menopang perubahan tersebut adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yakni sistem pembayaran digital berbasis kode QR. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeseran pola transaksi masyarakat melalui penerapan QRIS pada usaha warung makan di Kelurahan Tamalanrea Indah, Kota Makassar, sekaligus menelaahnya dari sudut pandang ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research), di mana data dihimpun melalui wawancara, pengamatan langsung, serta penelusuran dokumen yang melibatkan pelaku usaha dan konsumen. QRIS dipandang mampu menghadirkan kepraktisan, efisiensi, serta rasa aman dalam bertransaksi. Meski demikian, sejumlah kendala masih ditemukan, antara lain rendahnya literasi digital di kalangan tertentu, gangguan koneksi jaringan, serta kebiasaan sebagian masyarakat yang masih mempertahankan penggunaan uang tunai. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, penerapan QRIS dipandang selaras dengan prinsip-prinsip syariah karena memuat nilai kemaslahatan, transparansi, dan keadilan..</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p>Ekonomi Islam, QRIS, transformasi transaksi, UMKM, warung makan</p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1344IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR) PT.PUPUK KALTIM DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA BULU TANAH MALINO: PRESPEKTIF EKONOMI SYARIAH 2026-07-20T18:43:22+07:00Nurhaedanurasisa@gmail.comAliyasalimin00@gmail.com<p><em>Corporate Social Responsibility (CSR) is an important instrument for companies in supporting sustainable community development. This study aims to analyze the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) programs of PT Pupuk Kalimantan Timur in improving farmers’ welfare in Bulu Tanah Village, Tinggimoncong District, Malino, and to examine its alignment with Islamic economic principles. This research employed a qualitative approach using field research methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving farmers and community figures as research informants. The results show that the CSR implementation of PT Pupuk Kalimantan Timur includes the provision of agricultural production facilities, training and assistance, as well as partnership and entrepreneurship development programs, such as the establishment of café tengah sawah. These programs have positively impacted farmers’ welfare in economic, social, and spiritual aspects. From an Islamic economic perspective, the CSR implementation reflects the principles of justice (al-‘adl), benevolence (al-ihsan), and public benefit (al-maslahah). Therefore, CSR not only contributes to material welfare but also strengthens social harmony and spiritual values within the farming community.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Corporate Social Responsibility; Farmers’ Welfare; Islamic Economics;</em><strong><em> </em></strong>PT Pupuk Kalimantan Timur</p> <p><em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) merupakan instrumen penting bagi perusahaan dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) PT Pupuk Kalimantan Timur dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Bulu Tanah, Kecamatan Tinggimoncong, Malino, serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (<em>field research</em>). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan petani serta tokoh masyarakat sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CSR PT Pupuk Kalimantan Timur meliputi penyediaan sarana produksi pertanian, pelatihan dan pendampingan, serta program pengembangan kemitraan dan kewirausahaan, seperti pendirian <em>Café Tengah Sawah</em>. Program-program tersebut memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun spiritual. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, implementasi CSR tersebut mencerminkan prinsip keadilan (<em>al-'adl</em>), kebajikan (<em>al-ihsan</em>), dan kemaslahatan umum (<em>al-maslahah</em>). Dengan demikian, CSR tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan material, tetapi juga memperkuat keharmonisan sosial dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat petani.</p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1345ANALISIS MANAJEMEN PEMBIAYAAN KOPERASI KONVESIONAL DAN KOPERASI SYARIAH : STUDI KASUS DI KECAMATAN WOHA, KABUPATEN BIMA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT2026-07-20T19:11:31+07:00Muh. Alfarissuyutihti@gmail.comSepty Hervianiherimoo9@gmail.comIshan Azisarmiuti78@gmail.com<p><em>Muh. Alfaris, 22064014019. This research is motivated by the importance of the role of microfinance institutions, particularly cooperatives, in improving the economic welfare of the community in Bima Regency, West Nusa Tenggara. This research aims to analyze and compare financing management in conventional cooperatives and sharia cooperatives, as well as to identify the factors that influence financing management in both types of institutions. The research method used is a descriptive qualitative approach with a field research type. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation studies. Data analysis techniques include data reduction, data display, and conclusion drawing to understand the mechanisms of planning, implementation, and supervision of financing applied. The results of the research show that: (1) Conventional cooperatives apply an interest-based financing management system with a focus on collateral and members' repayment capacity. (2) Sharia cooperatives carry out financing management based on sharia contracts such as murabahah, mudharabah, and musyarakah, emphasizing the principles of justice, transparency, and supervision by the Sharia Supervisory Board. (3) Factors influencing financing management include members' financial literacy levels, adherence to sharia principles or interest rate policies, and the urgency of adapting to digitized reporting systems to minimize credit risk.</em></p> <p>Muh. Alfaris, 22064014019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran lembaga keuangan mikro, khususnya koperasi, dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan manajemen pembiayaan pada koperasi konvensional dan koperasi syariah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengelolaan pembiayaan pada kedua jenis lembaga tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami mekanisme perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan pembiayaan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Koperasi konvensional menerapkan sistem manajemen pembiayaan berbasis bunga dengan fokus pada agunan dan kemampuan bayar anggota. (2) Koperasi syariah menjalankan manajemen pembiayaan berdasarkan akad syariah seperti murabahah, mudharabah, dan musyarakah dengan menekankan prinsip keadilan, transparansi, serta pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah. (3) Faktor yang berpengaruh terhadap manajemen pembiayaan mencakup tingkat literasi keuangan anggota, ketaatan pada prinsip syariah atau kebijakan suku bunga, serta urgensi adaptasi terhadap digitalisasi sistem pelaporan untuk meminimalisir risiko kredit.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong></p> <p><em>Manajemen Pembiayaan, Koperasi Konvensional, Koperasi Syariah, Bima, Akad Syariah</em></p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1346PERILAKU BELANJA ONLINE MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR PADA PLATFORM E-COMMERCE PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH2026-07-20T19:24:20+07:00Zahrani Fahridanial1@gmail.comMuammar Mukhtarmasru78@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the online shopping behavior of students of the Faculty of Islamic Studies at Universitas Islam Makassar on e-commerce platforms and examine it from an Islamic economics perspective. In addition, this research seeks to identify the application of Islamic economic principles in managing students’ expenditures and to formulate solutions to reduce wasteful behavior (israf). This study employs a qualitative approach with a descriptive method, using data collection techniques such as questionnaires, interviews, and documentation.The results show that students’ online shopping behavior is highly dynamic and influenced by technological convenience, digital promotions, and lifestyle factors. On the one hand, online shopping provides ease and efficiency; on the other hand, it encourages consumptive behavior and impulsive buying, which can lead to wastefulness. The application of Islamic economic principles such as justice (al-‘adl), public benefit (maṣlaḥah), and trustworthiness (amanah) in managing students’ finances is still not optimal. This is reflected in the tendency of students to prioritize wants over needs and their lack of self-control.The study finds that Islamic economics-based solutions, such as improving Islamic financial literacy, implementing the principle of qana’ah (contentment), and strengthening self-control, are effective in reducing wasteful behavior. Furthermore, the application of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in preserving wealth (ḥifẓ al-māl), can guide students toward more responsible consumption decisions. Therefore, continuous educational efforts and institutional support are needed to foster consumption behavior aligned with Islamic values.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku belanja online mahasiswa Fakultas Studi Islam di Universitas Islam Makassar pada platform e-commerce dan meninjaunya dari perspektif ekonomi Islam. Selain itu, penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam mengelola pengeluaran mahasiswa dan merumuskan solusi untuk mengurangi perilaku boros (israf). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data seperti kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku belanja online mahasiswa sangat dinamis dan dipengaruhi oleh kemudahan teknologi, promosi digital, dan faktor gaya hidup. Di satu sisi, belanja online memberikan kemudahan dan efisiensi; di sisi lain, hal ini mendorong perilaku konsumtif dan pembelian impulsif, yang dapat menyebabkan pemborosan. Penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (maṣlaḥah), dan kepercayaan (amanah) dalam mengelola keuangan mahasiswa masih belum optimal. Hal ini tercermin dari kecenderungan mahasiswa untuk memprioritaskan keinginan daripada kebutuhan dan kurangnya pengendalian diri. Penelitian menemukan bahwa solusi berbasis ekonomi Islam, seperti meningkatkan literasi keuangan Islam, menerapkan prinsip qana’ah (kepuasan), dan memperkuat pengendalian diri, efektif dalam mengurangi perilaku boros. Selain itu, penerapan maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya dalam memelihara harta (ḥifẓ al-māl), dapat membimbing mahasiswa menuju keputusan konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Oleh karena itu, upaya edukasi yang berkelanjutan dan dukungan institusi diperlukan untuk menumbuhkan perilaku konsumsi yang selaras dengan nilai-nilai Islam.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>Perilaku belanja online, mahasiswa, e-commerce, ekonomi Islam, israf)</em></p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1347PERAN BAZNAS DALAM MENGATASI KEMISKINAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI ZAKAT (STUDI KASUS BAZNAS KOTA MAKASSAR)2026-07-20T19:53:50+07:00Salman Al Farisisuyutihti@gmail.comMaskur Yusuferwinh45@gmail.com<p><em>This study aims to examine the role of the National Zakat Agency (BAZNAS) of Makassar City in efforts to reduce poverty levels and increase community income through the management of zakat funds. The study employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection was conducted using observation, interviews, and documentation techniques. Subsequently, the collected data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that BAZNAS Makassar City plays a strategic role in zakat management, covering both consumptive and productive forms. Consumptive zakat programs target individuals unable to meet their basic needs, whereas productive zakat focuses on economic empowerment—implemented through the provision of business capital, capacity building via skills training, and ongoing business mentoring for *mustahik* (zakat recipients) to enhance their economic independence and well-being. These programs have demonstrated a positive impact on increasing the income and economic independence of the beneficiaries. However, several challenges persist in their implementation, such as low public awareness regarding distributing zakat through official institutions, limited collected funds, and a lack of supervision and mentoring. Therefore, improvements in zakat management strategies are necessary to ensure effectiveness in poverty reduction. In conclusion, BAZNAS Makassar City plays a vital role in poverty alleviation through zakat management, although further optimization is still required.</em></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan mengkaji peran badan amil zakat nasional ( BASNAZ ) kota makassar dalam upaya menekan tingkat kemiskinan serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan dana zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi,wawancara, dan dokumentasi. Selanjut nya, data yang di peroleh dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, BAZNAS Kota Makassar memainkan peran strategis dalam pengelolaan zakat, baik dalam bentuk konsumtif maupun produktif. Program zakat konsumtif diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya, sedangkan zakat produktif diarahkan pada pemberdayaan ekonomi dilaksanakan melalui penyediaan bantuan modal usaha, peningkatan kapasitas melalui pelatihan keterampilan, serta pendampingan usaha secara berkelanjutan kepada para mustahik guna meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan mereka. Program-program ini telah menunjukkan dampak positif pada peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Namun, beberapa tantangan masih dihadapi dalam pelaksanaannya, seperti rendahnya kesadaran masyarakat dalam mendistribusikan zakat melalui lembaga resmi, terbatasnya dana yang terkumpul, dan kurangnya pengawasan dan pendampingan. Oleh karena itu, perbaikan strategi pengelolaan zakat diperlukan agar efektif dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Kesimpulannya, BAZNAS Makassar City memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat, meskipun optimalisasi lebih lanjut masih diperlukan.</em></p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1348MANFAAT DIGITALISASI TERHADAP PENDAPATAN UMKM FASHION HALAL DI PASAR TRADISIONAL: PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH2026-07-20T20:12:29+07:00Rasti Ayu Putrirarayu8@gmail.comAlwisalimin00@gmail.com<p><em>Rasti Ayu Putri, NIM: 22064014016, Benefits of Digitalization on Income of Halal Fashion MSMEs in Traditional Markets: Sharia Economics Perspective. Thesis. Sharia Economics Study Program. Faculty of Islamic Religion, Islamic University of Makassar under the guidance of Alwis Lc., M.HI. This research aims to analyze: (1) The digitalization process conducted by halal fashion MSMEs at Pasar Sentral Makassar; (2) The level of digitalization utilization in increasing MSME income; (3) The application of Sharia economic principles in digitalization usage. This study is field research (Field Research) with a qualitative descriptive approach. Primary and secondary data sources were collected through observation, interviews, and documentation of halal fashion MSME actors at Pasar Sentral Makassar. Data analysis techniques include data reduction, categorization, and synthesis. Research findings indicate that: (a) low digitalization adoption rate (30% full digital via Shopee/WhatsApp/Facebook, 50% conventional offline), yet digital adopters experienced 50-70% income increase; (b) Sharia principles shidq (honesty), 'adl (justice), and taradhi (mutual consent) are consistently applied in both digital and conventional transactions. Digitalization proves effective for market expansion while maintaining Sharia economic values compliance</em></p> <p>Rasti Ayu Putri, NIM: 22064014016, Manfaat Digitalisasi Terhadap Pendapatan UMKM Fashion Halal di Pasar Tradisional: Perspektif Ekonomi Syariah. Skripsi. Program Studi Ekonomi Syariah. Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar di bawah bimbingan Alwis Lc., M.HI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Proses digitalisasi yang dilakukan oleh UMKM fashion halal di Pasar Sentral Makassar; (2) Tingkat pemanfaatan digitalisasi dalam meningkatkan pendapatan UMKM; (3) Penerapan prinsip ekonomi syariah dalam penggunaan digitalisasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pelaku UMKM fashion halal di Pasar Sentral Makassar. Teknik analisis data meliputi reduksi data, kategorisasi, dan sintesisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) tingkat adopsi digitalisasi rendah (30% ful digital via Shopee/WhatsApp/Facebook, 50% offline konvensional), namun pengadopsi digital mengalami peningkatan pendapatan 50-70%; (b) prinsip syariah shidq (kejujuran), 'adl (keadilan), dan taradhi (saling ridha) konsisten diterapkan baik dalam transaksi digital maupun konvensional. Digitalisasi terbukti efektif untuk ekspansi pasar sambil mempertahankan kepatuhan nilai ekonomi syariah</p> <p><em><strong>Kata Kunci: </strong>Digitalisasi, UMKM Fashion Halal, Pendapatan, Pasar Tradisional, Ekonomi Syariah</em></p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1349SOSIALISASI PRODUK KEUANGAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN NASABAH BANK SYARIAH INDONESIA KCP BELOPA2026-07-20T21:28:04+07:00Khairunnisaakra13@gmail.comMuhammad Alqadri Burgabadrud11@gmail.com<p><em>Low Islamic financial literacy and the lack of effective outreach are obstacles in encouraging public interest in Islamic banking services. This study aims to analyze the implementation of Islamic financial product outreach and its impact on increasing the number of customers at Bank Syariah Indonesia KCP Belopa. This study used a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results showed that outreach was conducted through two approaches: face-to-face and digital. Face-to-face outreach was carried out through seminars, training, and collaboration with the Ministry of Religious Affairs of Luwu, while digital outreach was carried out through social media and the Byond by BSI application. The main supporting factors included high community participation, support from Ministry of Religious Affairs employees, and trust in the profit-sharing system, while obstacles included low financial literacy and limited extension workers. Overall, the socialization of Islamic financial products had a positive impact on increasing understanding and the number of customers. The face-to-face approach proved more effective than digital methods in building public trust and interest in Islamic banking services.</em></p> <p>Rendahnya literasi keuangan syariah serta minimnya sosialisasi yang efektif merupakan kendala dalam mendorong minat masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sosialisasi produk keuangan syariah dan dampaknya terhadap peningkatan jumlah nasabah di Bank Syariah Indonesia KCP Belopa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu tatap muka dan digital. Sosialisasi tatap muka dilaksanakan melalui seminar, pelatihan, dan kerja sama dengan Kementerian Agama Luwu, sedangkan sosialisasi digital dilakukan melalui media sosial dan aplikasi Byond by BSI. Faktor pendukung utama meliputi tingginya partisipasi masyarakat, dukungan pegawai Kemenag, serta kepercayaan terhadap sistem bagi hasil, sementara hambatannya mencakup rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya tenaga penyuluhSecara keseluruhan, sosialisasi produk keuangan syariah memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman dan jumlah nasabah. Pendekatan tatap muka terbukti lebih efektif dibandingkan metode digital dalam membangun kepercayaan dan minat masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Bank Syariah Indonesia, Literasi Keuangan Syariah, Peningkatan Nasabah, Sosialisasi.</p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1350EFEKTIVITAS DIGITAL MARKETING BANK SYARIAH DALAM MEMPROMOSIKAN PRODUK TABUNGAN EMAS (Studi pada Bank Syariah Indonesia Cabang Veteran)2026-07-20T21:51:35+07:00Huria Afifahdewi55@gmail.comSumarnisuyutihti@gmail.com<p><em>The rapid development of information technology has changed communication patterns and people's behavior, including in accessing financial services. Digitalization is not just a trend, but has become a necessity in the world of Islamic banking. This study aims to analyze how Bank Syariah Indonesia, Veteran Branch, utilizes digital marketing to promote its gold savings product. It also identifies the impact of digital marketing strategies on these products, as well as the challenges and efforts faced in their implementation. This study uses a qualitative approach with descriptive methods, through data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that Islamic banks have utilized digital marketing comprehensively through social media, videotrons, and mobile banking applications (ByON by BSI). This utilization is considered effective in increasing information dissemination, price transparency, and initial public awareness and interest in gold savings products. However, the influence of digital marketing has not fully driven customers' decisions to open gold savings accounts, as it is still influenced by other factors such as need, level of understanding, and trust. Furthermore, this study also found that the main challenge faced is the low public awareness of gold savings features compared to the more well-known gold pawn product. To address this issue, Bank Syariah is making efforts to improve digital marketing performance, particularly through optimizing more informative and educational content. Overall, Bank Syariah Indonesia's Veteran Branch has utilized digital marketing through social media, digital advertising, and mobile banking applications. This strategy is effective in increasing public information, interest, and trust, but has not yet fully driven customer decisions due to limited product understanding. Therefore, the Bank continues to optimize digital marketing by delivering clearer and more educational information.</em></p> <p>Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat telah mengubah pola komunikasi dan perilaku masyarakat, termasuk dalam hal mengakses layanan keuangan. Digitalisasi tidak hanya tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan didalam dunia perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana cara Bank Syariah Indonesia Cabang Veteran memanfaatkan digital marketing nya dalam mempromosikan produk tabungan emas. Serta mengidentifikasi pengaruh penggunaan strategi digital marketing pada produk tersebut, serta tantangan dan upaya yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Syariah telah memanfaatkan digital marketing secara menyeluruh melalui media sosial, video tron, dan aplikasi mobile banking (ByON by BSI). Pemanfaatan tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan penyebaran informasi, transparansi harga, serta kesadaran dan ketertarikan awal masyarakat terhadap produk tabungan emas. Namun, pengaruh digital marketing belum sepenuhnya mampu mendorong keputusan nasabah untuk membuka tabungan emas, karena masih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kebutuhan, tingkat pemahaman, dan kepercayaan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai fitur tabungan emas dibandingkan dengan produk gadai emas yang lebih dikenal. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Syariah melakukan upaya dengan meningkatkan peforma digital marketing, terutama melalui optimalisasi konten yang lebih informatif dan edukatif. Secara keseluruhan, Bank Syariah Indonesia Cabang Veteran telah memanfaatkan digital marketing melalui media sosial, iklan digital dan aplikasi mobile banking. Strategi ini efektif meningkatkan informasi, minat dan kepercayaan masyarakat, namun belum sepenuhnya mendorong keputusan nasabah karena rendahnya pemahaman terhadap produk. Oleh karena itu, Bank terus mengoptimalkan digital marketing melalui penyampaian informasi yang lebih jelas dan edukatif.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Digital Marketing, Bank Syariah, Tabungan Emas, Efektivitas Pemasaran.</p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1351PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS UMKM KULINER HALAL DI PANTAI LOSARI (KOTA MAKASSAR)2026-07-21T02:52:23+07:00Ananda Berliana Nursyahiraanzara45@gmail.comFatmawatisuyutihti@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the role of social media in increasing brand awareness of halal culinary MSMEs in the Losari Beach area, Makassar City. The study used a qualitative approach with a case study method to gain a deep understanding of the social media utilization strategies of MSMEs. Data collection techniques were carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was maintained through source triangulation techniques. The results of the study indicate that social media is used as a medium for promotion, communication, and interaction with consumers. Platforms such as Instagram, TikTok, and Facebook are used to upload product photos and videos, price information, and other promotional content aimed at building brand recognition and brand recall. However, MSMEs face various obstacles: such as time constraints, a lack of understanding of social media algorithms, negative comments from consumers, the risk of fraud, and skills in content creation. In addition, some MSMEs do not have official accounts and still rely on personal accounts or promotions through influencers. Strategies implemented to overcome these obstacles include: maintaining consistent content uploads, simple content planning, collaborating with influencers, emphasizing the halal aspects of products, and building active communication with consumers. Therefore, optimizing a planned and sustainable social media strategy is an important factor in strengthening the brand image and competitiveness of halal culinary MSMEs.</em></p> <p><em>Keywords: </em></p> <p><em>Social media, brand awareness, halal culinary</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan <em>brand awareness </em>UMKM kuliner halal di kawasan pantai losari, kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai strategi pemanfaatan media sosial oleh pelaku UMKM. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara UMKM kuliner halal di pantai losari dapat memanfaatkan media sosial untuk memperkuat <em>Brand Awareness</em> dimanfaatkan sebagai media promosi, komunikasi, dan interaksi dengan konsumen. Platform seperti <em>Instagram, Tiktok, dan Facebook </em>digunakan untuk mengunggah foto dan video produk, informasi harga, serta konten promosi lainnya yang bertujuan membangun <em>Brand Awareness. </em>Kendala yang dihadapi UMKM halal dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan produk:seperti keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman terhadap algoritma media sosial, komentar negatif dari konsumen, resiko penipuan, serta keterampilan dalam membuat konten. Selain itu, sebagian pelaku UMKM belum memiliki akun resmi dan masih mengandalkan akun pribadi atau promosi melalui <em>influencer</em>. Strategi UMKM halal mengoptimalkan media sosial dalam meningkatkan <em>Brand Awareness</em>: menjaga konsistensi unggahan konten, perencanaan konten secara sederhana<em>,</em> menegaskan aspek kehalalan produk, serta membangun komunikasi aktif dengan konsumen. Oleh karena itu, strategi media sosial yang terencana dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam memperkuat citra merek dan daya saing UMKM kuliner halal.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>Media sosial, brand awareness, kuliner halal.</em></p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://www.e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa/article/view/1352ANALISIS PENGEMBANGAN LAYANAN PERBANKAN SYARIAH MELALUI IMPLEMENTASI FINANCIAL TECHNOLOGY PADA APLIKASI BYOND (STUDI PADA BSI KANTOR CABANG PEMBANTU MAKASSAR VETERAN)2026-07-21T03:07:44+07:00Arniati Azis aisyahabbad7@gmail.comDjaenabdjaenabiku56@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the development of Islamic banking services through the implementation of financial technology in the BYOND application, identify factors that influence its effectiveness, and analyze its impact on customer satisfaction and service quality improvement at BSI KCP Makassar Veteran. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results show that the implementation of BYOND plays a role in the development of Islamic banking services by increasing transaction efficiency, ease of service access, and integration of sharia-based features. The effectiveness of application use is influenced by supporting factors such as ease of use, complete features, and low transaction costs, as well as inhibiting factors such as technical constraints and limited digital literacy. In addition, there are still customers who have not used the BYOND application due to age, limited understanding of technology, and preference for conventional services. Overall, the implementation of BYOND has a positive impact on customer satisfaction and service quality, and contributes to driving the digital transformation of Islamic banking.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan layanan perbankan syariah melalui implementasi <em>financial technology</em> pada aplikasi BYOND, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaannya, serta menganalisis dampaknya terhadap kepuasan nasabah dan peningkatan kualitas layanan pada BSI KCP Makassar Veteran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BYOND berperan dalam pengembangan layanan perbankan syariah melalui peningkatan efisiensi transaksi, kemudahan akses layanan, serta integrasi fitur berbasis syariah. Efektivitas penggunaan aplikasi dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti kemudahan penggunaan, kelengkapan fitur, dan biaya transaksi yang rendah, serta faktor penghambat berupa kendala teknis dan keterbatasan literasi digital. Selain itu, masih terdapat nasabah yang belum menggunakan aplikasi BYOND karena faktor usia, keterbatasan pemahaman teknologi, dan preferensi terhadap layanan konvensional. Secara keseluruhan, implementasi BYOND memberikan dampak positif terhadap kepuasan nasabah dan kualitas layanan, serta berkontribusi dalam mendorong transformasi digital perbankan syariah.</p> <p><em><strong>Kata Kunci: </strong>Financial Technology, Aplikasi BYOND, Layanan Perbankan Syariah, Kepuasan Nasaba<strong>h.</strong></em></p>2026-07-17T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026