KONSEP TA’AWUN DALAM TAFSIR AL-AZHAR (ANALISIS QS. AL-MAIDAH : 2)

  • Mh. Afdal Hamid Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • H. Mubarak Bakry Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • Alwis Universitas Islam Makassar, Indonesia

Abstract

This research aims to describe the interpretation of QS. Al-Maidah verse 2 in Tafsir Al-Azhar and Buya Hamka's concept of Ta'awun (cooperation) from the perspective of Tafsir Al-Azhar. The method used in this research is library research with a qualitative and inductive approach. Data collection techniques involve gathering materials from books and Tafsir (Quranic interpretation) texts. The primary source is Buya Hamka's Tafsir Al-Azhar, especially the section discussing QS. Al-Maidah:2. The research processes and identifies the research data to obtain the data needed to answer the main problems. The data obtained is then analyzed through data reduction, categorization and classification, interpretation, and conclusion to deeply understand the phenomenon under study The results of this study indicate that Buya Hamka's interpretation of QS. Al-Maidah verse 2 explains several rules that can only be carried out by people who have believed beforehand. The verse includes: a) Respecting the symbols of Allah, such as not disturbing people who are in ihram (Hajj pilgrimage), desecrating the Holy month with war, and prohibiting disturbing sacrificial animals; b) Justice in the midst of hatred, such as prohibiting revenge when visiting the Kaaba, even if they have been mistreated and prohibited from going to the Kaaba; c) The concept of Ta'awun (mutual assistance). Buya Hamka divides into two opposite dimensions, namely the first Positive Dimension, Encouragement to help each other in fostering Al-Birru, which is all kinds of good and useful intentions based on upholding piety, namely strengthening relations with Allah. The second Negative Dimension, Prohibition not to conspire (cooperate, help each other) in committing sin (Al-Itsm) and hostility/violation (Al-'Udwan). In addition, the Sociology of Ta'awun or Social control Ta'awun by preventing tyrannical acts is a form of helping the tyrannical (the tyrannical, so that he is saved from Allah's punishment and social sanctions). The relevance of Ta'awun in the Modern Era, Hamka's thoughts on Ta'awun are very relevant for overcoming current national problems such as the Digital Era (Online Fundraising), Political Polarization and the Spread of Hoaxes, as well as the principle of cross-subsidy "The Strong help the weak"

Keywords: Ta'awun Concept, QS. Al-Maidah:2, Tafsir Al-Azhar

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penafsiran Tafsir Al-Azhar tehadap QS. Al-Maidah ayat 2 dan Konsep Ta’awun persfektif Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat induktif. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulakan bahan dari buku dan kitab tafsir. Sumber utamanya adalah tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka, terutama bagian yang membahas QS. Al-Maidah:2, dan mengolah dan mengidentifikasi data penelitian untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam menjawab pokok permasalahan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, kategorisasi dan klasifikasi data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan untuk memahami fenomena yang diteliti secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran QS. Al-Maidah ayat 2 Persfektif Buya Hamka menerangkan tentang beberapa peraturan yang hanya dapat dikerjakan oleh orang-orang lebih dahulu beriman, ayat tersebut meliputi a) Menghormati Syiar-syiar Allah, seperti jangan mengganggu orang berihram (ibadah Haji), Menodai bulan Suci dengan peperangan, larangan menganggu hewan Kurban, b) Keadilan di tengah kebencian, seperti melarang balas dendam saat mengunjungi baitullah, sekalipun pernah dizalimi dan dilarang pergi kebaitullah (Ka’bah), c) Konsep Ta’awun (tolong-menolong) Buya Hamka membagi dua dimensi yang berlawanan, yakni pertama Dimensi positif, Anjuran untuk tolong-menolong dalam membina Al-Birru, yaitu segala ragam maksud yang baik dan berfaidah yang di dasarkan kepada menegakkan takwa, yaitu mempererat hubungan dengan Allah. Kedua Dimensi Negatif, Larangan untuk tidak berkomplot (bekerjasama, tolong-menolong) dalam berbuat dosa (Al-Itsm) dan permusuhan/pelanggaran (Al-‘Udwan). Selain itu Sosiologi Ta’awun atau Sosial control Ta’awun dengan mencegah perbuatan zalim adalah bentuk menolong yang zalim (si zalim, agar ia selamat dari azab Allah dan sanksi social). Relavansi Ta’awun di zaman Modern, Pemikiran Hamka tentang Ta'awun sangat relevan untuk mengatasi masalah bangsa saat ini seperti Era Digital (Penggalangan Dana Online), Polarisasi Politik dan Penyebaran Hoaks serta Prinsip subsidi silang “Yang Kuat membantu yang lemah”

Kata kunci: Konsep Ta’awun, QS. Al-Maidah:2, Tafsir Al-Azhar

Published

2026-06-06

Issue

Section

Articles