DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEBERADAAN DAN PERKEMBANGAN KOMUNITAS DAKWAH DI KABUPATEN BULUKUMBA
Abstract
This study aims to examine the effect of social media usage intensity on the existence and development of da’wah communities in Bulukumba Regency. This research employs a quantitative descriptive approach. Data were collected through questionnaires distributed to 35 active members of da’wah communities. Data analysis techniques include descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression. The results show that social media usage intensity has a positive and significant relationship with community existence (r = 0.663) and development (r = 0.652). Regression analysis indicates that social media contributes 44% to existence and 42.5% to development. These findings highlight the important role of social media in expanding outreach, increasing interaction, and strengthening community identity. The study implies the need for optimizing digital da’wah strategies to adapt to technological developments. Social media also provides convenience for da’wah communities in delivering religious messages more effectively, flexibly, and without limitations of space and time. The use of platforms such as Facebook, Instagram, and TikTok can increase public engagement and strengthen the relationship between da’wah communities and audiences. In addition, da’wah communities are required to present creative, communicative, and relevant content that meets the needs of society in the digital era.
Keywords: da’wah community, development, digital da’wah, existence, social media
Penelitian ini berfokus untuk membedah sejauh mana eksistensi dan perkembangan komunitas dakwah di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert kepada 35 responden yang merupakan anggota aktif komunitas dakwah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa intensitas penggunaan media sosial memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap eksistensi komunitas dakwah (r = 0,663) serta perkembangan komunitas (r = 0,652). Selain itu, kontribusi media sosial terhadap eksistensi sebesar 44% dan terhadap perkembangan sebesar 42,5%. Penemuan ini mengindikasikan bahwa platform media sosial memiliki peranan besar dalam memperluas pengaruh dakwah, meningkatkan keterlibatan, serta menguatkan identitas suatu komunitas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi strategi dakwah digital oleh komunitas keagamaan agar lebih responsif terhadap kemajuan teknologi. Platform media sosial mempermudah kelompok dakwah dalam menyebarkan pesan keagamaan dengan lebih efisien, fleksibel, dan tanpa batasan tempat dan waktu. Pemanfaat platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat hubungan antara kelompok dakwah dengan audiens. Di samping itu, kelompok dakwah harus memberikan konten yang inovatif, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zaman digital.
Kata Kunci:
dakwah digital, eksistensi, komunitas dakwah, media sosial, perkembangan






