KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI FIQIH DI KELAS VII MTs PONDOK PESANTREN DARUL ISTIQAMAH CABANG MALA-MALA KABUPATEN KOLAKA UTARA

  • Ahmad Idam Haliq Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • Djaenab Universitas Islam Makassar, Indonesia

Abstract

Ahmad Idam Haliq, 22062014072, Learning Difficulties of Students in Fiqh Material in Grade VII MTs Pondok Pesantren Darul Istiqamah Branch of Mala-Mala Regency of North Kolaka. Thesis, Islamic Religious Education Study Program, Islamic University of Makassar, under the guidance of Mrs. Dr. Djaeab, S.ag., M.H.I. This study aims to examine the learning difficulties experienced by grade VII students of MTs Pondok Pesantren Darul Istiqamah Branch of Mala-Mala Regency of North Kolaka in Fiqh material, especially ablution. The study uses a qualitative approach with a descriptive case study type. The research subjects consisted of 20 grade VII students (5 boys, 15 girls) and Fiqh teacher (Ustadzah Hijraheni, S.Pd.). Data collection techniques included non-active participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, with data validity tested through triangulation of sources and methods. The results of the study showed three types of learning difficulties: (1) conceptual difficulties in understanding the pillars, conditions, and sunnah of ablution; (2) application difficulties in the form of irregular sequences and procedural errors during practice; and (3) difficulties remembering the sequence of steps and fiqh terms. Causal factors included internal aspects (low motivation, lack of focus, difficulty with Arabic terminology, and low discipline) and external aspects (conventional methods, limited media, inadequate ablution facilities, and minimal family worship habits). The impacts include declining learning outcomes, low understanding of fiqh concepts, declining learning motivation, lack of self-confidence, low participation in learning, difficulty in practicing fiqh material, and obstacles to achieving learning objectives. Teacher strategies for overcoming these difficulties include hands-on practice, the use of visual media, repeated practice, differentiated learning adjustments, and ongoing evaluation and feedback. This study recommends optimizing experiential learning, improving facilities for religious practices, and collaborating with educational institutions and parents to promote the habit of ablution.

Ahmad Idam Haliq, 22062014072, Kesulitan Belajar Peserta Didik Pada Materi Fiqih Di Kelas VII MTs Pondok Pesantren Darul Istiqamah Cabang Mala-Mala Kabupaten Kolaka Utara. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Makassar, di bawah bimbingan Ibunda Dr. Djaeab, S.ag., M.H.I. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan belajar yang dialami peserta didik kelas VII MTs Pondok Pesantren Darul Istiqamah Cabang Mala-Mala Kabupaten Kolaka Utara pada materi Fiqih, khususnya wudhu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 20 peserta didik kelas VII (5 putra, 15 putri) dan guru Fiqih (Ustadzah Hijraheni, S.Pd.). Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan non-aktif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis kesulitan belajar: (1) kesulitan konseptual dalam memahami rukun, syarat, dan sunnah wudhu; (2) kesulitan penerapan berupa ketidakurutan dan kesalahan prosedur saat praktik; serta (3) kesulitan mengingat urutan langkah dan istilah fiqih. Faktor penyebab meliputi aspek internal (rendahnya motivasi, kurangnya fokus, kesulitan terminologi Arab, dan disiplin rendah) serta aspek eksternal (metode konvensional, keterbatasan media, fasilitas tempat wudhu yang tidak memadai, dan minimnya pembiasaan ibadah di keluarga). Dampak yang di timbulkan menurunnya hasil belajar, rendahnya pemahaman konsep fiqih, menurunya motivasi belajar, kurangnya kepercayaan diri, rendahnya partisipasi dalam pembelaaran, kesulitan dalam mengamalkan materi fiqih, terhambatnya pencapaian tujua pembelajaran. Strategi guru dalam mengatasi kesulitan tersebut meliputi praktik langsung, penggunaan media visual, latihan berulang, penyesuaian pembelajaran berdiferensiasi, serta evaluasi dan umpan balik berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi pembelajaran berbasis pengalaman, peningkatan sarana praktik ibadah, serta sinergi lembaga pendidikan dengan orang tua dalam pembiasaan wudhu.

Kata Kunci:

Kesulitan Belajar, Fiqih, Wudhu, Pada Siswa MTs VII

Published

2026-07-06

Issue

Section

Articles