EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENGATASI DAMPAK NEGATIF KONTEN DIGITAL DI SDIT PLUS QURTHUBA MAKASSAR
Abstract
1) The primary goal of the study is to evaluate how successfully the Problem Based Learning (PBL) paradigm is implemented in the educational process. 2) Identifying and describing the negative impacts that digital information has on students. 3) Analyzing the effectiveness of the implementation. By employing problem-based learning, fifth-grade students at SDIT Plus Qurthuba can overcome the negative consequences of digital information. The nature of this study is descriptive and qualitative. This study used observation, interviews, and documentation as methods of data collection. It also uses data analysis techniques including data reduction, data display, and data verification in addition to primary and secondary data sources. The study's conclusions are as follows: 1. Fifth-grade students at SDIT Plus Qurthuba were able to develop their critical thinking skills, become more engaged, and learn how to solve problems both individually and in groups by utilizing the Problem-Based Learning (PBL) paradigm. This is done by: a. Focusing on the problem, b. making plans for students to study, c. cooperating to overcome obstacles; c. presenting results and evaluations. 2. Digital content has the following detrimental effects on fifth-grade students at SDIT Plus Qurthuba: a. Social media addiction c. The spread of hoaxes, c. Cyberbullying d. Mental disorders. These consequences have a negative impact on social interaction quality as well as student learning performance. 3. The implementation of the problem-based learning (PBL) paradigm at SDIT Plus Qurthuba Makassar is effective in reducing the negative impacts of digital information because it Karena mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, logis, dan kolaboratif, paradigma pembelajaran berbasis masalah (PBL) di SDIT Plus Qurthuba Makassar efektif dalam mengurangi dampak negatif informasi digital. Paradigma pembelajaran berbasis masalah (PBL) meningkatkan hasil belajar dan pengembangan karakter bagi siswa kelas lima SDIT Plus Qurthuba
Penelitian ini berfokus pada 1) Mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. 2) Mengidentifikasi dan mendeskripsikan dampak negatif konten digital yang dialami oleh siswa. 3) Menganalisis efektivitas penerapan Problem Based Learning dalam mengatasi dampak negatif konten digital pada siswa kelas V SDIT Plus Qurthuba Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mengikuti sumber data primer dan sekunder, teknik analisis data seperti reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data digunakan. Hasil penelitian adalah: 1. Siswa kelas lima SDIT Plus Qurthuba dapat lebih terlibat, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan belajar bagaimana memecahkan masalah baik secara individu maupun kelompok dengan menerapkan paradigma Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Hal ini dilakukan dengan: a. Berfokus pada masalah, b. mempersiapkan siswa untuk belajar, c. bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah, d. Penyajian evaluasi dan hasil. 2. Anak-anak kelas lima di SDIT Plus Qurthuba terpengaruh secara negatif oleh informasi digital, khususnya: a. kecanduan media sosial c. penyebaran informasi palsu d. pembelian yang dilakukan secara online, e. penyakit mental, yang memengaruhi prestasi akademik siswa dan rusaknya ikatan sosial. 3. Dengan mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, logis, dan kolaboratif, paradigma pembelajaran berbasis masalah (PBL) di SDIT Plus Qurthuba Makassar efektif dalam mengurangi dampak negatif informasi digital. Paradigma pembelajaran berbasis masalah (PBL) di SDIT Plus Qurthuba memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar dan pengembangan karakter siswa kelas lima.
Kata Kunci : Efektivitas PBL, dampak negatif media sosial






