PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLICK SPEAKING PESERTA DIDIK MELALUI METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI KELAS X MA. AN-NASHAR MAKASSAR
Abstract
The purpose of this study is to examine the public speaking skills of 10th-grade students at MA An-Nashar in Makassar, the application of discussion techniques in teaching Akidah Akhlak, and the factors that support and hinder these skills. This study employed a descriptive qualitative methodology, utilizing data collection methods such as observation, interviews, and documentation. The results indicate that students still possess relatively low public speaking skills, characterized by fear, a lack of confidence, and shyness when speaking in public. However, the use of discussion-based methods has a positive impact on students because they become more engaged, more eager to speak up, and able to express their opinions in front of the class even though they are still in the developmental stage. Supporting factors in the implementation of the discussion method include opportunities to speak, an interactive learning atmosphere, teacher support, and group collaboration. Meanwhile, the inhibiting factors are a lack of self-confidence, limited speaking experience, the presence of passive students, and time constraints. Thus, the discussion method can help improve students’ public speaking skills gradually
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berbicara di depan umum peserta didik kelas X di MA An-Nashar di Makassar, mengkaji penerapan metode diskusi dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat peningkatan keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa keterampilan berbicara di depan umum para peserta didik masih tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya rasa percaya diri, rasa malu, dan ketakutan saat berbicara di depan umum. Namun, penerapan metode diskusi memberikan dampak positif, di mana peserta didik mulai lebih aktif, berani berbicara, dan mampu menyampaikan pendapat di depan kelas meskipun masih dalam tahap perkembangan. Faktor pendukung dalam penerapan metode diskusi meliputi adanya kesempatan berbicara, suasana pembelajaran yang interaktif, dukungan dari guru, serta kerja sama kelompok. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya rasa percaya diri, minimnya pengalaman berbicara, adanya peserta didik yang pasif, serta keterbatasan waktu. Dengan demikian, metode diskusi dapat membantu meningkatkan kemampuan public speaking peserta didik secara bertahap
Kata Kunci:
metode diskusi, public speaking, Akidah Akhlak, peserta didik






