Pembinaan Nilai Toleransi Beragama di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Al-Imam Ashim Kota Makassar

  • Andika Idris Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • Najmuddin Abd Safa Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • Masri Saad Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56324/mpdc.v1i1.746

Abstract

Abstract:

This study aims to evaluate the implementation of the Contextual Teaching Learning (CTL) approach in learning Akidah Akhlak at MTs Insan Unggul Makassar. The background of the problem underlying this study is the low interest of students in learning Akidah Akhlak material, which is expected to be improved through the implementation of the CTL approach. The method used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The subjects of the study consisted of the Principal, teachers, and students at MTs Insan Unggul Makassar. The results of the study showed that the implementation of the CTL approach was able to increase students' interest in learning, with the results of interviews and observations showing positive changes in student interaction and participation during the learning process. The implication of this study is the need to optimize the implementation of CTL in the classroom in order to facilitate students in understanding the teaching material better and increasing their involvement. In addition, it is hoped that this study can be a reference for teachers and other educators in designing appropriate learning strategies to increase students' motivation and interest in learning.

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pembinaan nilai toleransi beragama di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Imam Ashim Makassar. Pembinaan ini dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pengajaran langsung oleh Kyai dan para ustadz, kegiatan pengajian Ahad Pon, dan kegiatan bersama yang melibatkan umat dari berbagai agama. Penelitian ini juga mengkaji faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan toleransi beragama di pesantren ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan nilai toleransi beragama didukung oleh peran aktif para ustadz yang memiliki pemahaman agama yang mendalam dan kepekaan sosial yang tinggi. Selain itu, motivasi santri untuk belajar dan meneladani sikap toleransi juga berperan penting dalam keberhasilan program ini. Namun, terdapat beberapa faktor yang menghambat, seperti keterbatasan jumlah responden, kurangnya fasilitas yang memadai, serta partisipasi santri yang terbatas akibat pekerjaan mereka. Penelitian ini merekomendasikan agar Pondok Pesantren Al Imam Ashim meningkatkan fasilitas dan memotivasi santri untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, guna menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.

Kata Kunci:

Toleransi Beragama, Pembinaan Karakter, Pondok Pesantren

Published

2025-05-10

Issue

Section

Articles